Orangtua Belanda Dibantu Negara Bagian 2

Terjadilah budaya jalanan yang dikembangkan anak laki-laki pada kelompok migran tertentu yang berakibat pada tingginya angka tindak kekerasan dan kriminalitas dari kelompok ini. Karena itu pola pengasuhan di Belanda sangat diperketat dengan cara, baik anak laki-laki maupun perempuan tidak boleh ditinggal sendiri di rumah hingga usia 14 tahun. Semua anak harus berada di bawah pengawasan orangtua hingga usia 18 tahun. Anak-anak muda dilarang menggunakan suatu tempat seperti tepi jalan, taman-taman, dan sebagainya untuk selalu bergerombol, karena di sana memungkinkan munculnya keinginan penggunaan minuman keras, rokok, dan narkotika. Bila ditemui kebiasaan seperti itu, maka tetangga atau orang yang melihat dapat melaporkannya kepada polisi.

pelatihan tes masuk unviersitas luar negeri - Orangtua Belanda Dibantu Negara Bagian 2

Berharap Anak Taat Pada Agama

Saya berharap, kelak anak saya menjadi anak yang taat kepada agama, berakhlak mulia dan menjadi kebanggaan orangtua. Karena itulah sejak ia dilahirkan saya selalu mengajarkan kebaikan-kebaikan pada mereka. Tetapi kadangkadang ia susah diatur. Saya harus sabar dan terus mengulang-ngulang perintah supaya mereka lebih peduli. Saya juga suka menjelaskan ketika memintanya tidur siang, misalnya supaya badannya lebih sehat dan tumbuh tinggi. Kadangkadang saya mengingatkan ada tugas atau tidak dari sekolahnya. Yang saya suka dari anak saya, dia tidak sulit makan, apa saja dimakannya asal tidak pedas.

Anak Harus Jadi Teman

Saya berharap anak bisa membawa diri dalam pergaulan. Soalnya kelak pergaulan jauh lebih bebas daripada sekarang. Karena itu, saya menempatan diri sebagai teman anak supaya ia nyaman, tidak takut, dan bebas mengungkapkan isi hatinya. Jika terkadang ia sulit diatur atau tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan, sesekali saya memberi tahu, menegur, atau mendiamkan saja. Untuk makanannya, saya mengganti-ganti menu. Untungnya anak mau makan dengan lahap.

Hukuman Jalan Terakhir

Saya berharap anak dapat berbakti pada orangtua dan menjadi kebanggaan keluarga. Saya berperan sebagai orangtua yang sesungguhnya dan sebagai sahabat, dimana anak tak segan untuk berkeluh kesah. Sejauh ini, anakku yang usianya baru menginjak 4 tahun memiliki sifat malas yang cukup tinggi dan terkadang itu membuat jengkel. Saya terus memberi penjelasan. Jika masih tak bisa diatur, hukuman menjadi jalan terakhir. Tentu hukuman yang bersifat mendidik dan tidak membuatnya trauma. Jika ada tugas sekolah, saya memintanya berusaha sendiri terlebih dahulu. Jika ia tidak bisa, baru saya turun tangan dengan memberi penjelasan pokok yang membantunya menyelesaikan PR. Saya tidak akan mengambil alih tugasnya.

Bisa kuliah di luar negeri memang menjadi hal yang membaggakan bagi orangtua. Untuk dapat masuk dengan lancar tentunya anak harus memiliki bekal. Ikutkan anak di lembaga pelatihan tes masuk universitas luar negeri sehingga mereka dapat melewati tes dengan lancar.