Penyebab Anak Muntah-muntah dan Cara Penanganan yang Benar

Banyak orang tua tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab anak muntah muntah. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa anak yang muntah-muntah karena mungkin sedang masuk angin. Bisa juga karena sedang mengalami demam sehingga anak menjadi sering muntah terutama setelah makan. Muntah merupakan isi lambung yang dikeluarkan melalui mulut. Biasanya muntah akan diawali dengan rasa mual dan rasa penuh atau sedikit sesak pada perut dan dada. Saat rasa mual sudah dirasakan, biasanya anak-anak juga akan terlihat pucat, berkeringat dan tidak nafsu makan. Muntah sendiri dianggap suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan bahan toksik yang tertelan. Sedangkan rasa mual dianggap sebagai suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mencegah masuknya bahan toksik tersebut lebih lanjut. Anak-anak yang mengalami muntah biasanya karena sedang terinfeksi influenza. Infeksi tersebut disertai dengan gejala lainnya mulai dari demam, sakit perut dan diare. Normalnya, kondisi ini akan berhenti dalam jangka waktu 6-24 jam. Jika lebih dari itu, dikhawatirkan anak sedang mengalami kondisi yang lebih serius. Anak-anak mungkin saja terkena dehidrasi, terutama jika disertai dengan diare.

muntah pada anak - Penyebab Anak Muntah-muntah dan Cara Penanganan yang Benar

Muntah yang terjadi dalam jangka waktu singkat dan frekuensinya tidak sering merupakan hal yang wajar. Tetapi, jika muntah tersebut terjadi berhari-hari dengan frekuensi yang sering harus diwaspadai. Bisa jadi anak-anak tidak hanya sedang masuk angin atau terkena infeksi influenza. Oleh karena itu, orang tua harus memahami apa saja penyebab anak-anak muntah sebagai berikut :

  • Gastroentritis Akut

Gastroentritis akut merupakan penyebab infeksi virus yang paling sering terjadi. Biasanya terjadi karena adanya virus khususnya rotavirus. Salah satu masalah yang disebabkan oleh infeksi rotavirus adalah infeksi diare atau yang sering dikenal sebagai muntaber atau muntah berak. Muntah dan diare yang biasanya terjadi selama 3-7 hari merupakan gejala utama infeksi rotavirus. Selain itu, gejala lain yang biasanya dirasakan karena infeksi ini antara lain demam ringan, muntah dengan frekuensi sering, diare hebat dan nyeri perut. Selain itu, bisa juga disertai dengan gejala lain seperti kehilangan nafsu makan dan dehidrasi.

  • Penderita Alergi

Anak-anak yang menderita alergi terutama gastrooesephageal refluks, biasanya akan sering mengalami muntah atau gumoh saat masih berusia antara 6-12 bulan. Setelah itu, frekuensi muntah akan semakin berkurang dan membaik setidaknya setelah berusia 5-7 tahun. Muntah yang dialami oleh anak penderita alergi akan semakin berat jika terjadi infeksi saluran napas maupun infeksi virus lainnya. Biasanya anak-anak juga akan mengalami gejala mulai dari demam, pegal-pegal, sakit kepala, nyeri otot, nyeri tenggorokan, batuk dan pilek.

  • Stenosis Pilorus

Bayi bisa mengalami gangguan Stenosis Pilorus, yaitu gangguan berupa penyempitan pada bagian ujung lubang tepat makanan keluar menuju usus halus. Akibat dari penyempitan ini adalah hanya sejumlah makanan kecil yang bisa masuk ke usus. Sementara makanan selebihnya akan dimuntahkan. Hal ini menyebabkan anak-anak mengalami penurunan berat badan. Bahkan, kondisi pada bayi akibat gangguan ini bisa menyebabkan “muntah proyektil” yang merupakan indikasi untuk dilakukan operasi mendadak.

  • Zat Beracun

Anak-anak juga bisa muntah-muntah karena tidak sengaja menelan zat beracun. Zat beracun tersebut misalnya berupa obat-obatan, bahan kimia, atau makanan dan minuman yang terkontaminasi. Adanya zat beracun tersebut membuat anak-anak mengalami muntah bahkan keracunan. Oleh karena itu, setiap anak harus selalu diawasi agar tidak sembarangan makan atau minum sesuatu.

Penyebab-penyebab Lainnya

Selain empat penyebab di atas, masih ada banyak penyebab lain yang bisa menyebabkan anak mengalami muntah-muntah. Berikut diantarannya :

  • Obstruksi usus, adanya sumbatan pada saluran pencernaan
  • Peritonitis, terjadi peradangan selaput perut yang membungkus seluruh organ perut sekaligus membatasi rongga perut
  • Ileus, kontraksi normal pada dinding usus berhenti sementara
  • Kolesistitis, pankreatitis, usus buntu dan hepatitis

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang bisa menyebabkan anak muntah-muntah. Tetapi, yang paling pentinga adalah bagaimana orang tua menyikapi anak yang sedang muntah-muntah. Saat anak muntah-muntah, yang harus diingat oleh setiap orang tua adalah memberinya air putih. Hal ini karena saat muntah anak-anak berisiko mengalami dehidrasi. Selain memberinya air putih, orang tua juga bisa mengatasi muntah-muntah pada anak dengan memberinya cairan elektrolit berupa oralit. Untuk takaran oralit sebaiknya menyesuaikan anjuran dari dokter berdasarkan kondisi fisik anak. Jika anak masih muntah, sebaiknya hentikan pemberian cairan tersebut. Untuk meredakan rasa mual pada anak, orang tua bisa memberikannya teh atau jahe hangat.

Setiap anak membutuhkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Nutrisi juga akan membuat anak menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit. Setelah mendapatkan ASI ekslusif sampai berusia 6 bulan, anak masih membutuhkan susu untuk menambah nutrisi. Friso adalah susu yang tepat untuk diberikan pada anak karena bisa membantu memperkuat daya tahan tubuh dari dalam. Friso menggunakan teknologi Locknutri guna memastikan kualitas protein susu agar tetap terjaga dengan baik. Bersama Friso, anak-anak dapat mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.