Peran dan Fungsi Jasa Pest Control

Perubahan iklim di Indonesia telah menyebabkan peningkatan intensitas serangan hama, baik hama dalam sektor agrikultural maupun sektor pemukiman. Hama pada sektor agrikultural atau agribisnis meliputi hama penyerang tanaman dan penyakit tanaman, seperti keong mas, wereng dan lain-lain. Sementara itu hama pada sektor permukiman berupa tikus, serangga, rayap dan sebagainya. Jika tidak ditangani secara tepat, hama akan menyebabkan kerugian pada manusia bahkan bisa menjadi sumber penyebar penyakit. Oleh karena itu, perlu diakukan pengendalian dan penanganan yang tepat untuk mengatasi hama, misalnya dengan menyewa jasa pest control.

Istilah pest control merujuk pada pengertian pest yang berarti hama dan control yang berarti pengendalian. Pest control merupakan proses dan usaha guna mengurangi/mematikan beberapa jenis serangga dan hama yang bersifat mengganggu atau merusak, baik yang berada di lingkungan rumah tangga, industri, maupun komersil. Orang-orang sering menyebut pest control dengan nama pembasmi hama, meskipun pada praktiknya pest control tidak benar-benar membasmi hama melainkan mengendalikan populasi mereka. Hal ini dikarenakan hama merupakan bagian kesatuan dari ekosistem lingkungan hidup. Keberadaan jasa pest control menjadi penting untuk mencegah melonjaknya angka pertumbuhan hama yang tidak terkendali.

WhatsApp Image 2019 09 09 at 13.48.17 768x1024 - Peran dan Fungsi Jasa Pest Control

Tipe hama yang biasanya dikendalikan oleh pest control adalah jenis urban pest atau hama perkotaan, seperti hama gudang (ngengat, kutu, ulat dan kumbang), serangga terbang (lalat dan nyamuk), hama spesial (kelelawar, laba-laba, tokek, kaki seribu, burung, dan lain-lain), serangga merangkak (rayap, kecoa, tikus dan semut). Jenis-jenis hama tersebut bisa ditemukan di perumahan, pabrik, gudang, area industri, bahkan hotel atau apartemen. Masyarakat terutama para pelaku bisnis secara berkala akan melakukan pengendalian hama agar lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja mereka bebas dari masalah akibat hama perusak ataupun penyebaran penyakit.

Aktivitas pengendalian yang dilakukan oleh jasa pest control meliputi enam tindakan utama dan satu tindakan opsional. Pertama, spraying atau penyemprotan pada objek yang diinginkan. Kedua, fogging atau pengasapan untuk memberikan racun bagi hama melalui perantara udara, Ketiga, misting atau pengembunan. Keempat, fumigation atau penggasan. Kelima, baiting atau pengumpanan, biasanya digunakan untuk hama yang mudah melarikan diri seperti tikus. Keenam, dusting atau pemberian bubuk pada tempat-tempat yang menjadi sarang hama. Tindakan opsional meliputi pemakaian bahan kimia beracun atau pestisida jika memang diperlukan.