Potensi Besar Wisata Bahari di Indonesia

Potensi Besar Wisata Bahari di Indonesia – Indonesia merupakan negara kelautan yang memiliki potensi wisata bahari yang begitu besar. Secara geografis, Indonesia memiliki 17.504 pulau dan panjang garis pantai mencapai 95.181 km. Selain itu, laut Indonesia juga menyediakan keragaman hayati dan keindahan pantai yang menjadi tujuan utama wisata.

Potensi Besar Wisata Bahari di Indonesia

Hal ini dibuktikan oleh luas wilayah dan potensinya yang kaya dan bisa ditemui hampir di setiap sudut. Melihat hal ini, Kementerian Pariwisata terus melakukan berbagai upaya untuk memajukan potensi pariwisata bahari. Karena potensi tersebut dapat menarik minat kunjungan wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.

Beragam ekosistem pesisir dan laut tersedia di Indonesia seperti pantai berpasir, goa, laguna, estuaria, hutan mangrove, padang lamun, rumput laut, dan terumbu karang. Di antara sepuluh ekosistem terumbu karang terindah dan tarbaik di dunia, enam berada di Tanah Air, yakni Raja Ampat, Wakatobi, Taka Bone Rate, Bunaken, Karimun Jawa, dan Pulau Weh.

Melihat potensi wisata alam di Indonesia ini, Kementerian Pariwisata terus menjalankan program kerja untuk mengembangkan wisata bahari yang merupakan tindak lanjut dari deklarasi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Dengan luas lautan Indonesia yang sebesar 5,8 juta kilometer atau 75 persen dari total luas negara ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Jika kita kelola dengan baik, wisata bahari diperkirakan akan menghasilkan sekitar US$ 1,2 triliun per tahun atau 7 kali lipat APBN 2015 yang sebesar US$ 170 miliar atau Rp 2.000 triliun,” ujar Arief Yahya beberapa waktu yang lalu di Bali. Sebagai perbandingan, negara yang juga berbatasan langsung dengan laut yakni Australia dengan panjang pantai 2.100 km mampu meraup devisa 3 miliar dolar AS pada tahun yang sama.

Salah satu kunci pengembangan pariwisata adalah pengembangan pelabuhan untuk kapal pesiar. Tidak seperti harapan, pendapatan atau devisa yang diperoleh dari berlabuhnya kapal mewah yang menampung wisatawan kelas atas itu di Indonesia sangat kecil. Padahal, kalau dilihat luas laut Indonesia sangatlah besar. Kita hanya mendapatkan sekitar US$ 137 juta per tahun, angka itu hanya sepersepuluh dari Malaysia bahkan sepertiga puluh dari Singapura. Dengan luas laut Indonesia yang jauh lebih besar dan potensi yang lebih bagus, angka itu tidak masuk akal. Ini contoh potensi bagus tapi performa buruk. tegasnya.

Agar pembangunan terarah dan semua program tepat sasaran diperlukan perencanaan, yaitu global standard dan benchmark . Selain itu, konsep wisata bahari harus memperhatikan beberapa hal, seperti keadaan pantai, bentang laut dan bawah laut. Tiga konsep itu akan dikembangkan untuk membangun wisata yang tepat dan bisa menarik wisatawan. Beberapa kendala klasik yang masih harus dicarikan jalan keluarnya, seperti regulasi yang berbelit dan banyak bangunan yang membelakangi pantai, sehingga menghalangi pemandangan indah pantai itu sendiri. Padahal, potensi ini yang biasanya dicari oleh wisatawan sehingga mau merapatkan kapal mereka di pantai. Saya sudah buatkan surat edaran untuk membuat perda yang melarang hotel dan objek wisata membuat bangunan yang memunggungi laut, itu merugikan banyak pihak dan menutup pemandangan, semua harus terbuka dan pemandangannya harus bisa dinikmati, katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan pariwisata bahari hanya menyumbangkan devisa negara sebesar 10% dari total devisa sektor pariwisata atau setara dengan US$1 miliar. Jumlah ini kalah jauh kalau dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, wisata baharinya menyumbangkan 40% devisa dengan nilai US$8 miliar. Begitu pun dari segi jumlah wisatawan mancanegara (wisman), kontribusi wisata bahari juga hanya 10% atau sama dengan 1 juta dari total kunjungan wisman selama 2014. Silakan menyelam ke Indonesia. Kami punya lebih dari 25 lokasi spesial untuk diving dengan 500 keunikan. Buktikan sendiri sensasi yang berbeda-beda di setiap sitenya. Adapun 10 destinasi marine tourism yang sedang dikembangkan yakni Bali, Lombok (NTB), Labuan Bajo (NTT), Alor (NTT), Derawan (Kaltim), Bunaken (Sulawesi Utara), Togean (Sulawesi Tengah), Wakatobi (Sulawesi Selatan), Ambon (Maluku), dan Raja Ampat (Papua Barat).

Tahun ini Kementerian Pariwisata menargetkan 1,8 juta wisatawan mancanegara yang mengunjungi destinasi bahari. Selain promosi melalui berbagai saluran media, sales mission, festival dan mengikuti ajang travel mart, ada upaya deregulasi dan penyederhanaan aturan yang terkait dengan wisata bahari. Kami sudah memberlakukan Visa Free di 169 negara, lalu pencabutan CAIT (Clearance Approval for Indonesia Territory) untuk yacht dan penghapusan Cabotage, sehingga cruise bisa menaik turunkan penumpang melalui 5 pelabuhan di Indonesia, katanya.

Dia menargetkan ada 5.000 yacht yang datang ke Tanah Air pada tahun ini. Dengan yacht itu, yachters bisa lebih banyak eksplorasi bawah laut di banyak spot di tanah air. Lima pelabuhan yang juga menjadi sedang diperbaiki untuk pengembangan wisata bahari yakni lain Belawan, Medan (Sumatera Utara), Tanjung Priok, Jakarta, Tanjung Perak, Surabaya (Jatim), Benoa, Bali, Soekarno-Hatta, Makassar (Sulawesi Selatan).